Siang itu pukul 11.00 aku sedang duduk diruang kerjaku , mengingat masa-masa saat aku sedang menyelesaikan skripsi ditahun ke-3 ku di fakultas psikologi Universitas Pancasila. menyelesaikan skirpsi dengan baik dan akhirnya mendapatkan hasil yang memuaskan , yaitu "cum laude" .
"Subhanallah" , hatiku bergema, merinding dan bersyukur dengan hasil yg kudapatkan dengan jerihpayahku sendiri. Mengingat saat-saat bahagia itu,sujud syukur dengan air mata bahagia dan akhirnya bisa sedikit membalas jasa kedua orang tuaku. Membalas kekecewaan yang pernah terjadi.
Tersadar dari lamunan, aku tersenyum dengan mata berkaca-kaca. Melihat jam dimeja dan teringat bahwa aku ada janji degan seorang klien untuk konsultasi, dia memintaku untuk datang ke sebuah cafe. Dia merasa dengan berada di luar ruangan yang terlihat formil lebih baik untuk mengungkapkan seluruh keluhkesahnya. Dalam perjalanan menuju cafe itu, aku kembali masuk dalam lamunanku mengingat masa-masa kuliahku bersama teman-teman, aku ingat bahwa aku punya janji untuk menjadi writer bersamanya. Agung , sang cacing , begitulah ia menyebutkan dirinya. Besok dia akan meluncurkan buku pertamanya, sedangkan aku masih berkutat dengan ide-ide yang semraut untuk menyusunya menjadi sebuah novel. Meskipun begitu, cerpen-cerpenku laris dipasaran. "Haahaahaa" , tertawaku dalam hati.
Tak mau kalah dari si cacing, 4bulan belakangan ini aku diminta sebuah majalah untuk mengisi lembaran majalahnya dengan tema "sudut hati" , disanalah anak-anak remaja ABG pada umumnya, mengungkapkan isi hatinya dan meminta pendapat dariku. Baru 4bulan program ini berjalan, reting majalahku langsung naik. Dan setiap harinya banyak sekali email-email yang berisi tentang curhatan dikirimkan kepadaku dari pihak majalah.
Respon mereka sangat baik, membuatku semangat untuk terus melayani curhatan mereka dan memberikan saran yang fresh dan menarik.
Setelah selesai mendengarkan curhatan klienku oh bukan sahabatku , aku bergegas ke kantor. Kembali duduk dimeja kerjaku dan membuat laporan tentang klienku tadi.
Di sudut layar computer terlihat recent email ku berkedap-kedip tanda ada email masuk.
Ternyata ada sebuah email namun tidak tahu dari siapa, saat ku buka emailnya seperti ini
“THIS IS REAL , YOU’RE NOW LIKE WHAT YOUR DREAM!!!! “
Kemudian seketika air mataku mengalir.
Tanda bahagia.
"Thanks God"
to be continue ....
hahaha,. :-)
BalasHapusok,.
melafalkan mimpi selalu terdengar indah, seperti burung yang terbang tanpa beban atau ikan yang berenang riang...
semoga cerita ini menjadi doa dan penyemangat untuk kita,.
salam hangat,
cacing
Dreams are not MIMPI...dreams must be to achieve !
BalasHapushave a nice journey to your DREAMS!..bismillah
Salam SOBAT !