Senin, 13 Februari 2012

SEMIOTIKA PRAGMATISME



17 Januari 2012 lalu , komunitas pecinta dan pemerhati kebudayaan anime Universitas Indonesia mengadakan seminar dengan tema Karigurashi No Arriety yang berarti Hidup yang meminjam. Seminar ini dimulai dengan pemutaran anime yang dibuat oleh Studio Gibli. Anime ini diangkat dari novel The Borrowers karya Marry Norton dan di sutradarai oleh Hirosima Yonebayasi. Film Anime ini menceritakan tentang manusia kecil atau sering kita sebut dengan liliput yang hidup disekitar manusia , mereka meminjam barang-barang yang mereka butuhkan dari manusia. Walaupun hidup berdampingan mereka tidak mau menampakkan diri dihadapan manusia lhooo... mereka akan pindah jika manusia mulai mencurigai keberadaan mereka.

Nah , dari film inilah Putri Adam Dewi, M.Si , Aji Yudistira, M.Si , dan Rizki Musthafa A, S.Hum dari Jayapoken (Japan Budaya Pop Kenkyuukai) menjelaskan tentang Semiotika Pragmatisme. Semiotika adalah cabang dari filsafat yang mempelajari tanda atau ilmu tentang tanda. Setiap tindakan komunikasi dianggap sebagai  pesan yang dikirim dan diterima melalui beragam tanda berbeda. Jadi sebenarnya baik manusia ataupun alam mempunyai tanda-tanda tertentu sebagai bentuk komunikasi. Contohnya dalam kehidupan sehari-hari , orang tua yang tidak menegur anaknya seperti biasa pasti itu merupakan bentuk kekecewaan atau seperti yang dilakukan polisi dijalanan , jika mereka mengangkat tangan menunjukkan telapak tangannya itu berarti kita harus berhenti. Nah , alam juga memiliki tanda , Global Warming yang melanda bumi semakin sering kita rasakan akibatnya, apalagi kalau bukan perubahan cuaca yang ekstrim.
Jadi sekarang kita bisa simpulkan bahwa kita harus peka terhadap tanda-tanda disekeliling kita , agar kelak kita bisa menjadi lebih baik , bisa membedakan yang baik dan buruk dan dapat menjaga apa yang ada di sekitar kita. Ingat kita hanya meminjam dari alam , jadi jaga yaa alam kita. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar