15 Februari 2008 -Remarkable-
Duaribudelapan,
kenangan terakhir dengan My First Love,
My Prince. Valentine, kata orang, tidak boleh merayakannya?
Berhubung dia memberikan hadiah spesial itu tanggal 15 Februari, maka aku tidak
akan menganggapnya sebagai perayaan hari Valentine. Tapi entah mengapa dia
memberikanku sebuah kotak yang terbungkus cantik, lengkap dengan pita pink yang
menghiasinya.
Jantungku
berdebar kencang, penasaran dengan isi kotak itu. Senyum tak bisa lepas dari
wajahku, pipiku memanas dan pasti memunculkan semburat merah. Aku masih bisa
mengingatnya. Dia tersenyum tulus kepadaku, matanya memancarkan kasih sayang.
Dan sekarang aku hanya bisa mengingat senyum
itu, senyum dengan lesung pipit dikedua pipinya. Bahkan jika dia berubah menjadi
perempuan, aku yakin dia akan terlihat lebih manis dariku.
Dia menghentikan
gerakan tanganku saat ingin membuka hadiah pemberiannya. Dengan lembut dia
mengatakan, “bukanya dirumah aja yaaa, jangan disini, biar surprise”. Dia mengelus kepalaku, menggenggam tanganku dan
mengajakku pulang. Aku berdiri disebelahnya, menatapnya dari samping dengan
sedikit mendanga keatas. Postur tubuhnya tinggi, hidungnya mancung, rambutnya dicukur cepak dan sudah mulai panjang, warna kulitnya putih sama
sepertiku, senyumnya lebar menunjukkan lesung pipit yang terukir indah disana.
Aku takjub, kenapa orang se-charming
dia mau memimilihku menjadi kekasihnya? Dia termasuk cowok populer di
Sekolahku. Banyak yang bilang kalau aku tidak pantas bersanding dengannya,
sahabatnya sejak sekolah dasar. Tapi aku tidak memperdulikannya, selama dia masih
mencintaiku. Walaupun sebentar lagi tanpa
ku ketahui, semuanya akan berubah.
Sampai dirumah,
aku langsung masuk kamar, buru-buru membuka kotak itu. Ternyata, kotak musik!
Bentuknya bukan kotak, tapi hati. Aku bisa merasakan mataku berkilat-kilat
penuh antusias, ini hadiah teromantis! Aku mendekapnya erat-erat dan
berputar-putar kegirangan. Mendengarkan music yang beralun itu membuatku
tersipu-sipu malu sambil memikirkannya. Thank you so much My Prince, I Love You
and I hope it will be same forever.
N.B:
Aku
di masa kini dan Aku di
masa lalu, yang masih bisa merasakan betapa nyata cintaku padanya.
- And it's already broken now -

Tidak ada komentar:
Posting Komentar