Rabu, 20 Februari 2013

Already Broken


15 Februari 2008 -Remarkable-

Duaribudelapan, kenangan terakhir dengan My First Love, My Prince. Valentine, kata orang, tidak boleh merayakannya? Berhubung dia memberikan hadiah spesial itu tanggal 15 Februari, maka aku tidak akan menganggapnya sebagai perayaan hari Valentine. Tapi entah mengapa dia memberikanku sebuah kotak yang terbungkus cantik, lengkap dengan pita pink yang menghiasinya.
Jantungku berdebar kencang, penasaran dengan isi kotak itu. Senyum tak bisa lepas dari wajahku, pipiku memanas dan pasti memunculkan semburat merah. Aku masih bisa mengingatnya. Dia tersenyum tulus kepadaku, matanya memancarkan kasih sayang.

Dan sekarang aku hanya bisa mengingat senyum itu, senyum dengan lesung pipit dikedua pipinya. Bahkan jika dia berubah menjadi perempuan, aku yakin dia akan terlihat lebih manis dariku. 

Dia menghentikan gerakan tanganku saat ingin membuka hadiah pemberiannya. Dengan lembut dia mengatakan, “bukanya dirumah aja yaaa, jangan disini, biar surprise”. Dia mengelus kepalaku, menggenggam tanganku dan mengajakku pulang. Aku berdiri disebelahnya, menatapnya dari samping dengan sedikit mendanga keatas. Postur tubuhnya tinggi, hidungnya mancung, rambutnya dicukur cepak dan  sudah mulai panjang, warna kulitnya putih sama sepertiku, senyumnya lebar menunjukkan lesung pipit yang terukir indah disana. Aku takjub, kenapa orang se-charming dia mau memimilihku menjadi kekasihnya? Dia termasuk cowok populer di Sekolahku. Banyak yang bilang kalau aku tidak pantas bersanding dengannya, sahabatnya sejak sekolah dasar. Tapi aku tidak memperdulikannya, selama dia masih mencintaiku. Walaupun sebentar lagi tanpa ku ketahui, semuanya akan berubah.

Sampai dirumah, aku langsung masuk kamar, buru-buru membuka kotak itu. Ternyata, kotak musik! Bentuknya bukan kotak, tapi hati. Aku bisa merasakan mataku berkilat-kilat penuh antusias, ini hadiah teromantis! Aku mendekapnya erat-erat dan berputar-putar kegirangan. Mendengarkan music yang beralun itu membuatku tersipu-sipu malu sambil memikirkannya. Thank you so much My Prince, I Love You and I hope it will be same forever.  


N.B:
Aku di masa kini dan Aku di masa lalu, yang masih bisa merasakan betapa nyata cintaku padanya. 

- And  it's already broken now -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar