Psikologi Dalam Manajemen Sumber Daya Manusia
Fakultas Psikologi, Universitas Pancasila
Jumat, 15 November 2013
Tahukah kamu, jika dalam semua pekerjaan diperlukan suatu
evaluasi? Ya, biasanya disebut performance
appraisal, tujuannya tentu saja untuk mengetahui apakah pekerjaan telah
dilakukan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan atau tidak. Penilaian ini bukan
hanya penting untuk organisasi tetapi juga untuk individu didalamnya.
Performance appraisal , dapat
dilakukan melalui asesmen pada pekerjaan (job) dan personal (people). Melalui asesmen
dapat diketahui gap (selisish/kekurangan)
dan fit (kelebihan). Jika terjadi gap, maka
dapat dilakukan training ataupun development. Sedangkan jika terjadi fit, maka dapat dilakukan promosi,
rotasi pekerjaan, dll.
Performance appraisal, juga mengandung
tiga aspek:
1. Value à
kedekatan nilai dengan organisasi. Kedekatan ini menghasilkan suatu
ke-identikan dan engagement
(kelekatan) bukan hanya sekedar komitmen yang didalamnya masih mengandung unsur
transaksi. Engagement juga
mencerminkan totalitas seseorang dalam mengabdi.
2. Job tasking à
berhubungan dengan job desk, apakah sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan
atau tidak. Dinilai dari tugas yang dilaksanakan sehari-hari.
3. Planning & Actual à bagaimana merencanakan dan
melaksanankan suatu project. Misalnya, dalam sebuah perusahaan dibutuhkan 100
karyawan dalam waktu satu bulan, namun dalam pelaksanaan sebelumnya, pihak HRD
hanya bisa mendapatkan 50 orang. Oleh karena itu pihak HRD meminta perusahaan
untuk bekerjasama dengan konsultan.
Frekuensi
dilakukannya penilaian juga tergantung pada tujuannya, misalnya untuk menilai
kinerja karyawan outsourcing. Melalui
penilaian tersebut, pihak HRD dapat menentukan apakah kontrak kerjanya dapat
diteruskan atau tidak. Penilaian pada karyawan tetap biasanya dilakukan 6 bulan
sekali (persemester). Misalnya, sebuah perusahaan dalam setahun melakukan
penilaian sebanyak 2 kali, maka diakhir tahun, HRD dapat menentukan bonus yang
didapat karyawan dari hasil penilaian tersebut.
Nah,
penilaian ini (performance appraisal)
juga bisa dijadikan sebagai acuan untuk menentukan training yang dibutuhkan karyawan. Training need analysist sangat dibutuhkan sebelum melaksanakan
training agar apa yang diajarkan dalam training dapat benar-benar berguna untuk
karyawan dan memudahkan pekerjaan. Setelah diketahui apa saja yang dibutuhkan
karyawan, maka training dapat dilaksanakan. Harapannya, setelah training
karyawan dapat melaksanankan pekerjaannya dengan baik dan terdapat peningkatan
pada penilaian selanjutnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar