Kamis, 28 November 2013

Proses Performance Appraisal

Fakultas Psikologi, Universitas Pancasila
Semua perusahaan atau organisasi pasti memiliki cara tersendiri untuk menilai performancenya baik untuk anggota maupun organisasi tersebut secara keseluruhan. tak jarang proses performance appraisal tersebut juga menjadi bagian dari rahasia kesuksesan suatu perusahaan.
Berikut merupakan proses performance appraisal secara umum:

 1.1 Proses Performance Management

Dari bagan diatas dapat kita lihat bahwa Organisasi terdiri dari unit-unit hingga yang paling kecil adalah individu. Penilaian dapat dilakukan pada :


  1. Individu --> melalui Performance Appraisal, yang dinilai adalah value individu terhadap perusahaan (sudah terinternalisasi atau belum), job tasks (tugas-tugas yang diberikan), serta Planning & Actual (perencanaan & pelaksanaan proyek tertentu). Cara Menilai:
  • Self Assesment --> anggota memberikan penilaian terhadap kinerjanya sendiri
  • Direct Assesment --> pimpinan/atasan akan menilai langsung kinerja bawahannya 
  • 360o Method --> semua anggota dalam unit ikut menilai kinerja anggota lainnya 
1.2 360o Method 

    2.  Team & Organisasi --> melalui Performance Management (kumpulan nilai dari beberapa                           orang/unit/bagian). Cara Menilai:
  • Balace Score Card --> terdiri dari 4 aspek yaitu profit (keuntungan yang didapat organisasi), customer (penilaian pelayanan terhadap konsumen), learn & growth (pengembangan bagi karyawan), dan system (menilai apakah sistem efektif dan efisiens atau tidak).
  • Jika Performance dari Individu atau Unit meningkat namun Performance Organisasi menurun, maka harus dilakukan evaluasi ulang terhadap proses penilaian. Seharusnya Performance dari Individu atau Unit berbanding lurus dengan Performance Organisasi.  
1.3 Balance Score Card 
  • Survey dari berbagai pihak, seperti penguasaan pasar (marketshare), penghargaan yang didapat atas prestasi tertentu, dll.

Dari penilaian tersebut, pasti ada hal-hal yang diharapkan berubah, baik dari sisi karyawan/anggota maupun perusahaan. Melalui penilaian ini juga, organisasi dapat melakukan banyak hal, seperti pengembangan kemampuan anggota melalui training dan development, mengadakan promosi bagi anggotanya, serta menetapkan target organisasi kearah yang lebih maju. Namun, jika anggota dalam suatu organisasi tidak merasa dapat berkembang atau sebaliknya maka akan terbentuklah kelompok anggota yang berdasarkan hubungan antara performance dan competency.


1.4 P-C
Jika, anggota memiliki
  • P- Low & C-Low --> Deadwood
  • P- High & C-Low --> Hardworker
  • P- High & C-High --> Star 
  • P- Low & C- High --> Toxic (pernah menjadi star namun karena tidak bisa berkembang lagi, maka menjadi racun bagi anggotalain, misalnya menghasut untuk malas bekerja)

Demikianlah review kuliah Psikologi dalam Sumber Daya Manusia tanggal 22 Nov 2013, semoga bermanfaat =)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar