Minggu, 06 Oktober 2013

Psikodiagnostik II: Observasi

Analisis Jurnal Observasi

Efektivitas Metode Bermain Peran (Role Play) Untuk meningkatkan Keterampilan Komunikasi Pada Anak
(journal.uad.ac.id/index.php/EMPATHY/article/download/1555/893‎)

            Dalam jurnal ini, peneliti tertarik untuk mengetahui cara komunikasi anak-anak. Peneliti menggunakan metode bermain peran sebagai intervensi untuk melihat pengaruhnya terhadap keterampilan komunikasi anak. Peneliti ingin melihat perbedaan keterampilan komunikasi pada anak yang diberikan perlakuan metode berain peran (role play) dengan anak yang tidak diberikan perlakuan metode bermain peran.
Keterampilan komunikasi yang diperhatikan dalam penelitian ini ada tiga (Santrock, 2007), yaitu keterampilan bicara, endengar, dan berkomunikasi secara non-verbal. Sebelum menentukan subjek, peneliti melakukan tes awal untuk melihat anak-anak yang memiliki keterampilan komunikasi dibawah rata-rata. Setelah tes tersebut jumlah subjek penelitian sebanyak 15 siswa siswi kelas B di PAUD IT Durratul Islam, Ngablak, Magelang.
        Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dengan metode Child Behavior Checklist (CBCL). Kemudian untuk melihat apakah metode bermain role play efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi pada anak, dilakukan posttest setelah eksperimen selesai.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan peningkatan yang signifikan pada keterampilan komunikasi antara kelompok siswa yang diberikan metode bermain role play dan kelompok yang tidak diberi metode tersebut. Jadi, metode bermain peran efektif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi pada anak.


Memperkecil Frekuensi Membolos Melalui Koneling Pribadi Diri

              Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui apakah efektifitas konseling pribadi dapat memperkecil frekuensi membolos konseli pada semester ganjil tahun 2009/2010 di SMA Islam Lumajang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak lima orang, dimana masing-masing konseli memiliki frekuensi membolos 14, 14, 15, 10, dan 18 kali.

          Subjek diteliti melalui konseling dan pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan wawancara. Hasilnya, faktor yang menyebabka subjek membolos adalah kesamaan kesenangan dengan konseli yang sering membolos, faktor keluarga, akibat pergaulan, belum ada stabilitas tanggung jawab terhadap peran diri sebagai pelajar, kurang mendapatkan perhatian guru saat kegiatan pembelajaran, serta kurang mendapatkan perhatian dari keluarga. Jadi, konseling pribadi dapat memperkecil frekuensi membolos pada semester 1 tahun pelajaran 2009/2010 di SMA Islam Lumajang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar