Senin, 30 September 2013



Analisi Jurnal
 

PENGARUH PROGRAM EMPATI PLUS TERHADAP KEPERCAYAAN INTERPERSONAL PECANDU NARKOBA
Oleh Rina Rahmatika, M.Psi 

      Penelitian ini meneliti pengaruh program empati plus terhadap kepercayaan interpersonal pecandu narkoba dan apakah kepercayaan klien pada konselor akan meningkat seiring dengan pelaksanaan program empati plus dalam proses konseling. Subjek dalam penelitian ini sebanyak enam orang pekerja sosial yang bertugas sebagai konselor TC dari panti rehabilitasi ketergantungan narkoba dan 20 klien yang menjadi responden untuk mengetahui kepercayaan interpersonal klien terhadap konselor. Metode penelitian yang digunakan melalui observasi dengan desain penelitian kuasi eksperimen. Pengukuran dilakukan melalui lembar observasi proses konseling dan pengukuran kepercayaan interpersonal.
             Hubungan yang baik antara konselor dan klien sangat dibutuhkan agar dapat mencapai tujuan konseling, salah satu indikatornya adalah kepercayaan klien kepada konselor. Kurangnya kepercayaan klien terhadap konselor membuat klien sulit untuk membuka dirinya dan juga membiarkan konselor untuk membantunya. Oleh karena itu, agar konselor dapat dipercaya oleh klien, dibutuhkan empati dalam proses konseling tersebut.
          Peneliti menjabarkan dimensi-dimensi kepercayaan interpersonal menurut Kramer & Tyler (1996), menjadi tiga, yaitu kompetensi, kepercayaan, keandalan, dan kepedulian. Sedangkan menurut Willis (2008), sikap empati, hangat, terbuka, memahami, dan memiliki kemampuan tehnik konseling yang baik akan membantu konselor membentuk kepercayaan klien. Semakin orang lain berempati, semakin kita merasa bahwa orang lain menyukai kita dan bisa mempercayai kita, juga sebaliknya.
              Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan kepercayaan interpersonal klien terhadap konselor TC setelah dilakukan intervensi. Walaupun peningkatan skor dari pre dan post test tidak terlalu tinggi, namun tetap menunjukkan bahwa program empati plus berhasil meningkatkan kepercayaan interpersonal klien terhadap konselornya.

#lanjutan tugas tanggal 24 Sept 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar