OBSERVASI
Apa
si observasi itu? Apa bedanya dengan pengamatan sehari-hari? Coba deh kita
pikir bareng-bareng, misalnya Ranti punya pacar, dia cerita akhir-akhir ini
pacarnya berubah… “sms udah jarang, telpon ga pernah, apalagi ngapel pas Satnite!”. Ranti menyimpulkan bahwa dengan menurunnya kuantitas
sms, telpon, dan pertemuan, pacarnya sudah tidak sayang lagi dengan dia. Soooo apakah
yang dilakukan Ranti termasuk mengobservasi? Yuk coba kita cek bareng-bareng,
apa sebenarnya metode penelitian observasi itu… check it out!!
1. Pengertian
Observasi
Menurut
Pauline Young, Observasi adalah suatu studi yang dilakukan dengan sengaja atau
terencana dan sistematis melalui penglihatan/ pengamatan terhadap gejala-gejala
spontan yang terjadi saat itu. Sedangkan menurut Kerlinger (1990)[1], metode
observasi adalah prosedur sistematis dan baku untuk memperoleh data.
Definisi observasi
diarahkan untuk melihat secara akurat, mencatat fenomena yang muncul secara
sistematis dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut.
2. Tujuan
Observasi
·
Mendeskripsikan setting yang dipelajari
·
Mendeskripsikan aktivitas yang berlangsung
·
Menjelaskan orang-orang yang terlibat dalam
aktivitas
·
Melihat makna kejadian dari perspektif subjek
yang terlibat dalam aktivitas
3. Observasi
dalam Psikodiagnostik
Dalam psikodiagnostik,
observasi berkaitan dengan proses penyelidikan untuk mengidentifikasi dan
memahami variabel psikologis untuk penegakan diagnosis psikologis.
Namun dalam
observasi terdapat pro dan kontar dimana persepsi selektif dapat menimbulkan
keragu-raguan akan validitas dan reliabilitas sehingga untuk menghidari hal
tersebut perlu latihan dan persiapan yang lengkap (Patton, 1990)[2].
4. Fungsi
Observasi
§ - Sebagai
metode pembantu dalam penelitian yang bersifat eksploratif
- Sebagai
metode pembantu penelitian yang sifatnya lebih mendalam, misalnya untuk
menunjang
wawancara sebagai metode utama. Observasi à mengontrol dilapangan,
seberapa jauh hasil
wawancara sesuai dengan fakta yang ada.
- Digunakan
untuk meneliti atau mengukur perilaku yang tidak dapat diukur dengan alat ukur
psikologis
lain. Ex: bayi/anak-anak, hewan.
- Bahan
untuk member laporan kepada orang tua, guru, dokter, dan profesi lainnya.
5. Jenis-jenis
Observasi
Pauline
Young[3] membagi
observasi menjadi 2 jenis berdasarkan
prosedur dan pelaksanaannya, yaitu:
a)
Controlled
Observation (Observasi terstruktur/ sistematik)
Adalah suatu
pengamatan yang prosedur dan pelaksanaannya sangat ketat dan biasanya dibantu
dengan alat-alat yang peka, dan dalam lembar observasinya digunakan proses control
yang memungkinkan observasi untuk dilakukan kembali.
Sistematik
karena lebih menekankan pada segi frekuensi dan interval waktu tertentu.
b)
Uncontrolled
Observation (Observasi tidak terstruktur)
Adalah suatu proses observasi yang
dilakukan secara spontan terhadap suatu gejala tertentu tanpa mempergunakan
alat-alat yang peka atau pengontrolan kembali atas ketajaman hasil observasi
tadi.
Berdasarkan hubungan antara Observer dan gejala yang
diobservasi:
a. Observasi
partisipan
Observer terlibat
dengan situasi/lingkungan dimana gejala terjadi.
b. Observasi
Nonpartisipan
Observer memperlakukan
dan mempersiapkan dirinya sehingga dia benar-benar tidak terlibat dalam
situasi, lingkungan, dan gejala yang diamati.
Observasi Obtrusive dan unobtrusive
a. Metode Obstrusive jika melalui wawancara,
kuesioner, eksperimen, dll.
b. Metode Unobtrusive
jika melalui tulisan dan rekaman audio visual, arsip pekerjaan, kamera,
video, rekaman politik, buku-buku
diperpustakaan.
Observasi Formal dan Informal
a. Obervasi formal mempunyai sifat yang
terstruktur tinggi, terkontrol, perlu mengidentifikasi
definisi secara jelas.
b. Observasi Informal mempunyai sifat yang lebih
longgar dalam hal control, elaborasi, sifat
terstruktur. Observasi jenis ini sering
disebut juga naturalistic observation.
6. Menurut
Jehoda, observasi merupakan metode yang ilmiah jika:
·
Mengabdi kepada tujuan yang telah dirumuskan
·
Direncanakan secara sistematik, bukan terjadi
secara tidak teratur
·
Dicatat dan dihubungkan secara sistematik,
dengan proporsi yang lebih umum, tidak hanya dilakukan untuk memenuhi rasa
ingin tahu.
·
Dapat dicek dan dikontol validitas,
reliabilitas, dan ketelitiannya sebagaimana data ilmiah lainnya.
Dari uraian
diatas dapat kita pahami bahwa metode observasi penting dalam penelitian untuk
mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang hal yang diteliti atau hal yang
terjadi. Observasi juga memungkinkan peneliti untuk memperoleh data tentang
hal-hal yang sulit terungkap secara terbuka. Nah, jadi sudah tau kan bahwa yang
dilakukan Ranti itu bukan termasuk observasi yang ilmiah. Kenapa? Tentu saja
karena dia tidak memiliki dasar teori, tidak memakai alat ukur yang valid dan
reliabel, serta pandangan subjektif yang mendominasi… So, kalau mau tau
perubahan perilaku pacar, yuk kita bikin penelitiannya secara ilmiah… hehe :P
Psikodiagnostik II:
Observasi
#Tugas 2
#Pertemuan ke-2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar