Minggu, 15 September 2013

OBSERVASI
                Apa si observasi itu? Apa bedanya dengan pengamatan sehari-hari? Coba deh kita pikir bareng-bareng, misalnya Ranti punya pacar, dia cerita akhir-akhir ini pacarnya berubah… “sms udah jarang, telpon ga pernah, apalagi ngapel pas Satnite!”. Ranti menyimpulkan bahwa dengan menurunnya kuantitas sms, telpon, dan pertemuan, pacarnya sudah tidak sayang lagi dengan dia. Soooo apakah yang dilakukan Ranti termasuk mengobservasi? Yuk coba kita cek bareng-bareng, apa sebenarnya metode penelitian observasi itu… check it out!!
1.       Pengertian Observasi
        Menurut Pauline Young, Observasi adalah suatu studi yang dilakukan dengan sengaja atau terencana dan sistematis melalui penglihatan/ pengamatan terhadap gejala-gejala spontan yang terjadi saat itu. Sedangkan menurut Kerlinger (1990)[1], metode observasi adalah prosedur sistematis dan baku untuk memperoleh data.
        Definisi observasi diarahkan untuk melihat secara akurat, mencatat fenomena yang muncul secara sistematis dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut.

2.       Tujuan Observasi
·         Mendeskripsikan setting yang dipelajari
·         Mendeskripsikan aktivitas yang berlangsung
·         Menjelaskan orang-orang yang terlibat dalam aktivitas
·         Melihat makna kejadian dari perspektif subjek yang terlibat dalam aktivitas

3.       Observasi dalam Psikodiagnostik
        Dalam psikodiagnostik, observasi berkaitan dengan proses penyelidikan untuk mengidentifikasi dan memahami variabel psikologis untuk penegakan diagnosis psikologis.
        Namun dalam observasi terdapat pro dan kontar dimana persepsi selektif dapat menimbulkan keragu-raguan akan validitas dan reliabilitas sehingga untuk menghidari hal tersebut perlu latihan dan persiapan yang lengkap (Patton, 1990)[2].

4.       Fungsi Observasi
§                    - Sebagai metode pembantu dalam penelitian yang bersifat eksploratif
           - Sebagai metode pembantu penelitian yang sifatnya lebih mendalam, misalnya untuk menunjang             
             wawancara sebagai metode utama. Observasi à mengontrol dilapangan, seberapa jauh hasil      
             wawancara sesuai dengan fakta yang ada.
          - Digunakan untuk meneliti atau mengukur perilaku yang tidak dapat diukur dengan alat ukur psikologis   
             lain. Ex: bayi/anak-anak, hewan.
          - Bahan untuk member laporan kepada orang tua, guru, dokter, dan profesi lainnya.

5.       Jenis-jenis Observasi

        Pauline Young[3] membagi observasi menjadi 2 jenis berdasarkan prosedur dan pelaksanaannya, yaitu:
a)      Controlled Observation (Observasi terstruktur/ sistematik)
        Adalah suatu pengamatan yang prosedur dan pelaksanaannya sangat ketat dan biasanya dibantu dengan alat-alat yang peka, dan dalam lembar observasinya digunakan proses control yang memungkinkan observasi untuk dilakukan kembali.
        Sistematik karena lebih menekankan pada segi frekuensi dan interval waktu tertentu.

b)      Uncontrolled Observation (Observasi tidak terstruktur)
        Adalah suatu proses observasi yang dilakukan secara spontan terhadap suatu gejala tertentu tanpa mempergunakan alat-alat yang peka atau pengontrolan kembali atas ketajaman hasil observasi tadi.

Berdasarkan hubungan antara Observer dan gejala yang diobservasi:

a.       Observasi partisipan
        Observer terlibat dengan situasi/lingkungan dimana gejala terjadi.

b.      Observasi Nonpartisipan
        Observer memperlakukan dan mempersiapkan dirinya sehingga dia benar-benar tidak terlibat dalam situasi, lingkungan, dan gejala yang diamati.

Observasi Obtrusive dan unobtrusive

            a.   Metode Obstrusive jika melalui wawancara, kuesioner, eksperimen, dll.
  
            b.   Metode Unobtrusive jika melalui tulisan dan rekaman audio visual, arsip pekerjaan, kamera,   
                  video, rekaman politik, buku-buku diperpustakaan.

                 Observasi Formal dan Informal

            a.  Obervasi formal mempunyai sifat yang terstruktur tinggi, terkontrol, perlu mengidentifikasi
                 definisi secara jelas.

            b.  Observasi Informal mempunyai sifat yang lebih longgar dalam hal control, elaborasi, sifat
                 terstruktur. Observasi jenis ini sering disebut juga naturalistic observation.

6.       Menurut Jehoda, observasi merupakan metode yang ilmiah jika:
·         Mengabdi kepada tujuan yang telah dirumuskan
·         Direncanakan secara sistematik, bukan terjadi secara tidak teratur
·         Dicatat dan dihubungkan secara sistematik, dengan proporsi yang lebih umum, tidak hanya dilakukan untuk memenuhi rasa ingin tahu.
·         Dapat dicek dan dikontol validitas, reliabilitas, dan ketelitiannya sebagaimana data ilmiah lainnya.

               
                Dari uraian diatas dapat kita pahami bahwa metode observasi penting dalam penelitian untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang hal yang diteliti atau hal yang terjadi. Observasi juga memungkinkan peneliti untuk memperoleh data tentang hal-hal yang sulit terungkap secara terbuka. Nah, jadi sudah tau kan bahwa yang dilakukan Ranti itu bukan termasuk observasi yang ilmiah. Kenapa? Tentu saja karena dia tidak memiliki dasar teori, tidak memakai alat ukur yang valid dan reliabel, serta pandangan subjektif yang mendominasi… So, kalau mau tau perubahan perilaku pacar, yuk kita bikin penelitiannya secara ilmiah… hehe :P

Psikodiagnostik II: Observasi
#Tugas 2
#Pertemuan ke-2


[1] Kerlinger, Fred N. 1990. Asas-asas Penelitian Behavioral. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
[2] http://www.slideshare.net/wicaksana/psikodiagnostik-observasi-14333762
[3] http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PSIKOLOGI/195010101980022-SITI_WURYAN_INDRAWATI/PD2-Teori_Observasi.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar