Rabu, 18 September 2013

Psikologi dalam Manajemen Sumber Daya Manusia


HR Professional dari Perspektif CEO

          Hal penting! Udah tau HR Professional dan CEO belum??? HR itu singkatan dari Human Resources, sedangkan CEO adalah Chief Executive Officer. Dalam sebuah organisasi atau perusahaan, pasti terdapat suatu struktur dimana bentuknya semakin mengerucut ke atas.

         Dimulai dari tingkat yang paling bawah yaitu staff, kemudian naik ke tingkat selanjutnya yaitu manager atau supervisor dan di tingkat teratas yaitu top management. Setiap orang pasti ingin terus berkembang hingga nantinya bisa bergabung sebagai anggota dari top management. Mengawali karir sebagai human resources, kita dituntut untuk menguasi semua prinsip ilmu yang berkaitan dengan proses personnel palnning, recruitmen, penggajian, training & counseling. Itu semua harus bisa dilakukan HR karena dianggap sebagai orang yang ahli dalam bidang tersebut (spesialis).  CEO atau direksi suatu perusahaan mempercayakan seluruh sumber daya manusianya kepada HR professional.
       
          Ada beberapa peran Human Resources yang diharapkan CEO (Top Management):

1. Sebagai Strategic partner  à HR dapat memahami permasalahan-permasalahan dari berbagai  
    perspektif, misalnya dari perspektif manajemen, bisnis, keuangan/financial dan lain sebagainya. HR tidak  
    boleh datang pada CEO dengan membawa masalah karena HR-lah yang harusnya menyelesaikan masalah  
    tersebut.

2. Advokasi à HR berperan sebagai konselor, sebagai pembimbing dan pelatih (as a coach) bukan hanya  
    kepada CEO tetapi juga terhadap karyawan lainnya. Sebagai HR kita juga harus menunjukkan kesiapan 
    menghadapi masalah.

3. Administratif à HR memahami tentang administrative (Personnel Management), dimana kita harus 
    mengetahui identitas atau data karyawan.

4. Change Agent à HR diharapkan dapat mengusulkan perbaikan atau perubahan. Mengkomunikasikan 
    informasi-informasi  baik dari atasan ke bawahan maupun sebaliknya.

                Human Resources sebenarnya menangani sekitar 50% dari masalah yang ada diperusahaan, terutama masalah sumber daya manusia. Namun, jika posisinya sebagai HR/GA maka ada sekitar 10-25% tambahan masalah yang harus ditangani berkaitan dengan pembantu umum, seperti masalah gedung, keluhan fasilitas yang tidak beres, pengadaan alat bantu, inventaris, serta yang berhubungan dengan masalah savety.
                Nah, seorang HR professional yang berada ditingkat manapun, jika dia menguasai masalah-masalah lain diperusahaan maka dia akan mudah menarik perhatian atasannya. Jangan salah, semakin kita berada dipuncak, maka semakin banyak pula pengetahuan yang harus  kita miliki. Jadi, jangan bosan-bosan untuk belajar hal-hal baru. Orang-orang yang dibutuhkan perusahaan adalah dia yang mau belajar :D 



#T_3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar