Halo teman-teman, Review kali ini
masih mengenai beberapa jurnal yang dibahasa saat kelas psikodiagnostik II:
Observasi yaahhh… tapi kita mulai dengan etikaa penelitian terlebih dahulu
Etika Penelitian :
- Menghindari perasaan tidak nyaman/ menyakiti pada subjek secara fisik dan psikologis
- Jika terdapat ketidaknyamanan dari subjek tentang penelitian yang berlangsung, peneliti bisa menjelaskan maksud dari penelitian tersebut
- Meminta izin untuk merekam suara, gambar, atau dalam bentuk tulisan, biasanya saat wawancara
- Tidak boleh mengungkapkan identitas subjek, kecuali dengan izin subjek. Walaupun dalam konteks pembelajaran, nama subjek harus tetap disamarkan atau hanya memakai inisial
(Wordman. 1999. 5th
edition. Psychology)
Jurnal selanjutnya yang akan kita bahas adalah sebagai
berikut:
“Subjective Well-Being Anak dari Orang Tua Yang
Bercerai”
Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk melihat dinamika perubahan well-being (kesejahteraan) anak dengan
orang tua yang bercerai. Subjek penelitian sebanyak dua orang yang berusia
diantara 18-21th. Kenapa peneliti memilih criteria subjek seperti itu? Tidak
lain karena pada usia tersebut, seseorang sedang dalam tahap operasional formal dimana dia bisa
mengorganisasikan ingatannya dengan baik. Teknik pengumpulan data melalui
wawancara dan observasi. Subjek diwawancara mengenai keadaan keluarganya,
sebelum dan sesudah perceraian orang tua. Kemudian hasil tersebut diobservasi
oleh peneliti melalui beberapa teknik analisis data.
Hasilnya
menunjukkan bahwa hasil pengamatan sebelum terjadinya perceraian tingkat subjective well-being subjek cenderung
rendah. Kemudian, setelah terjadinya perceraian orang tua, terdapat dua hasil. Pertama,
menggambarkan subjective well-being
yang cenderung rendah dan yang kedua, menggambarkan subjective well-being yang cenderung meningkat.
#Jurnal Psikologi Volume 35, No. 2, Fakultas Psikologi
Universitas Gajah Mada
“Analisis Gender
pada Iklan Televisi dengan Metode Semiotika”
Masalah dari penelitian ini
adalah apakah iklan berimplikasi pada pengukuhan kembali nilai gender stereotype bila iklan yang
bersangkutan memuat ideology gender yang seksis? Dalam penelitian ini, peneliti
menggunakan dua iklan, yaitu iklan Ponds
White Beauty dan iklan Rinso sebagai objeknya. Kemudian peneliti melakukan
observasi terhadap iklan-iklan yang ditayangkan untuk mendapatkan gambaran
tentang iklan itu sendiri. Jadi, disini peneliti ingin melihat apakah iklan ini
menimbulkan pemikiran yang mengandung unsur stereotip gender pada penontonnya
atau tidak. selain itu peneliti juga menggunakan metode semiotika, yaitu studi
tentang tanda. Metode ini digunakan untuk mencari makna ideologi dari suatu
teks.
Hasilnya,
iklan Ponds White Beauty
mempresentasikan ideology gender yang seksis (mengandung stereotip gender),
dimana perempuan diletakkan pada posisi subordinat yang harus memenuhi
keinginan laki-laki agar bisa menarik perhatian. Produsen sengaja menciptakan
image kecantikan ideal tersebut agar dipakai oleh calon konsumennya sebagai
standar kecantikan pribadi konsumennya. Sedangkan iklan Rinso mempresentasikan
bahwa kebahagiaan akan diperoleh oleh pasangan yang mau berbagi tugas rumah
tangga kemudian diasosiasikan dengan kualitas produknya. Jadi iklan Rinso ini
mengandung isu kesetaraan gender untuk menonjolkan kualitas produknya.
#sumber: -
“Studi Kasus: Dampak
Psikososial Enuresis Pada Remaja Putri”
Apa itu enuresis? Jadi ternyata
enuresis itu adalah kebiasaan mengompol. Ngompol biasanya terjadi pada
anak-anak, bagaimana jika ini masih terjadi pada seorang remaja putri? Nah,
tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak psikososial enuresis
pada remaja putri, apakah ada faktor yang mempengaruhi keseharian dalam
kualitas hubungan subjek dengan orang tua, saudara dan teman sekolah.
Peneliti
menggunakan metode penelitian kualitatif serta teknik pengumpulan data melalui
wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan terhadap orang tua, saudara,
teman, guru kelas, dan guru BK. Observasi dengan cara anecdotal record, agar
peneliti dapat mengetahui aktifitas dan interaksi subjek di rumah, kelas, dan
juga luar kelas.
Hasil menunjukkan
bahwa terdapat dampak psikososial yang dialami oleh remaja putrid tersebut,
antara lain rasa malu dan merasa bersalah akibat kondisinya, hubungan dengan
keluarga menjadi kurang dekat, mendapat labeling yang kurang menyenangkan
dirumah, ekspresi komunikasi verbal yang cenderung kasar, sulit diatur, tidak
memiliki teman sebaya dan sering mendapat ejekan. Di lingkungan sekolahpun dia
kurang diterima oleh teman-temannya.
Eitssss belum selesai…. kita masih akan membahas tentang Membuat Penelitian. Bagi temen-temen
yang sebentar lagi mau SKRIPSI (!!!)
atau mau bikin karya ilmiah lain, ini bisa dijadikan sebagai tips & trik. Saran
ini dari dosenku yang paling kece lhooo, Mas Seta Wicaksana (tapi agak sedikit
dikacaukan oleh pendapat saya, hihi). Check
it out!!
1. Fenomena!!!
Lihat
kejadian-kejadian disekitas kamu, coba analisis singkat berhubungan dengan
aspek-aspek yang kamu pelajari atau tidak. biasnaya akan lebih mudah jika kita
mencari judul skripsi atau karya ilmiah dari fenomena yang terjadi, apalagi
yang sedang booming.
2. Buat Masalah Penelitian
Look around and think!! Setelah lihat
permasalah yang ada disekitar, coba kamu buat rumusan masalahnya agar
penelitian kamu punya manfaat yang jelas. Kalau memang belum ketemu bahasa
ilmiahnya bisa pakai bahasa populernya dulu. Jangan biarkan kendala bahasa dan
istilah menggalaukan kamu! Minta bantuan dari teman atau dosen pembimbing juga
boleh. Oia, hati-hati, terkadang kita salah atau kurang tepat dalam menentukan
masalah.
3. Bedah dengan teori
Nah,
di tahap ini kamu harus mencari teori-teori yang sesuai dengan masalah
penelitian. Mencari hubungan dari beberapa aspek variabel adalah salah satu
kesulitan dalam tahap ini. jangan lupa untuk menentukan metode penelitian,
metode pengumpulan data, penentuan subjek dan lain sebagainya yang juga penting
dalam penelitian.
4. Hasil-Kesimpulan
Selamat!
Selamat! Anda sudah mencapai tahap ini (haha). Perlu diperhatikan bahwa dalam
hal ini, hasil yang kita tulis harus menjawab masalah penelitian. Jangan sampai
saking asyiknya kita nulis, jawaban dari masalah penelitian malah ngelantur.
So, tetap cermati apa yang kamu tulis yah…
5. Diskusi
Biasanya
hal-hal yang muncul dalam penelitian dan tidak termasuk dalam unsur untuk
menjawab masalah penelitian, akan dibahas melalui bagian diskusi ini. Jadi,
apapun itu jangan dibuang begitu saja, masih ada manfaatnya, kok, untuk
dishare.
Semoga tips singkat ini bisa membantu kita dalam menghadapi
tugas-tugas penelitian dan skripsi yahhhh… Amin :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar