Sabtu, 21 September 2013

Psikodiagnostik II: Observasi


Halo teman-teman, Review kali ini masih mengenai beberapa jurnal yang dibahasa saat kelas psikodiagnostik II: Observasi yaahhh… tapi kita mulai dengan etikaa penelitian terlebih dahulu

Etika Penelitian :
  1. Menghindari perasaan tidak nyaman/ menyakiti pada subjek secara fisik dan psikologis
  2. Jika terdapat ketidaknyamanan dari subjek tentang penelitian yang berlangsung, peneliti bisa menjelaskan maksud dari penelitian tersebut
  3. Meminta izin untuk merekam suara, gambar, atau dalam bentuk tulisan, biasanya saat wawancara
  4. Tidak boleh mengungkapkan identitas subjek, kecuali dengan izin subjek. Walaupun dalam konteks pembelajaran, nama subjek harus tetap disamarkan atau hanya memakai inisial

(Wordman. 1999. 5th edition. Psychology)

Jurnal selanjutnya yang akan kita bahas adalah sebagai berikut:

 Subjective Well-Being Anak dari Orang Tua Yang Bercerai”
                Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dinamika perubahan well-being (kesejahteraan) anak dengan orang tua yang bercerai. Subjek penelitian sebanyak dua orang yang berusia diantara 18-21th. Kenapa peneliti memilih criteria subjek seperti itu? Tidak lain karena pada usia tersebut, seseorang sedang dalam tahap operasional formal dimana dia bisa mengorganisasikan ingatannya dengan baik. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Subjek diwawancara mengenai keadaan keluarganya, sebelum dan sesudah perceraian orang tua. Kemudian hasil tersebut diobservasi oleh peneliti melalui beberapa teknik analisis data.
                Hasilnya menunjukkan bahwa hasil pengamatan sebelum terjadinya perceraian tingkat subjective well-being subjek cenderung rendah. Kemudian, setelah terjadinya perceraian orang tua, terdapat dua hasil. Pertama, menggambarkan subjective well-being yang cenderung rendah dan yang kedua, menggambarkan subjective well-being yang cenderung meningkat.

#Jurnal Psikologi Volume 35, No. 2, Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada


“Analisis Gender pada Iklan Televisi dengan Metode Semiotika”
                Masalah dari penelitian ini adalah apakah iklan berimplikasi pada pengukuhan kembali nilai gender stereotype bila iklan yang bersangkutan memuat ideology gender yang seksis? Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua iklan, yaitu iklan Ponds White Beauty dan iklan Rinso sebagai objeknya. Kemudian peneliti melakukan observasi terhadap iklan-iklan yang ditayangkan untuk mendapatkan gambaran tentang iklan itu sendiri. Jadi, disini peneliti ingin melihat apakah iklan ini menimbulkan pemikiran yang mengandung unsur stereotip gender pada penontonnya atau tidak. selain itu peneliti juga menggunakan metode semiotika, yaitu studi tentang tanda. Metode ini digunakan untuk mencari makna ideologi dari suatu teks.
                Hasilnya, iklan Ponds White Beauty mempresentasikan ideology gender yang seksis (mengandung stereotip gender), dimana perempuan diletakkan pada posisi subordinat yang harus memenuhi keinginan laki-laki agar bisa menarik perhatian. Produsen sengaja menciptakan image kecantikan ideal tersebut agar dipakai oleh calon konsumennya sebagai standar kecantikan pribadi konsumennya. Sedangkan iklan Rinso mempresentasikan bahwa kebahagiaan akan diperoleh oleh pasangan yang mau berbagi tugas rumah tangga kemudian diasosiasikan dengan kualitas produknya. Jadi iklan Rinso ini mengandung isu kesetaraan gender untuk menonjolkan kualitas produknya.

#sumber: -

“Studi Kasus: Dampak Psikososial Enuresis Pada Remaja Putri”
                Apa itu enuresis? Jadi ternyata enuresis itu adalah kebiasaan mengompol. Ngompol biasanya terjadi pada anak-anak, bagaimana jika ini masih terjadi pada seorang remaja putri? Nah, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak psikososial enuresis pada remaja putri, apakah ada faktor yang mempengaruhi keseharian dalam kualitas hubungan subjek dengan orang tua, saudara dan teman sekolah.
                Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif serta teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan terhadap orang tua, saudara, teman, guru kelas, dan guru BK. Observasi dengan cara anecdotal record, agar peneliti dapat mengetahui aktifitas dan interaksi subjek di rumah, kelas, dan juga luar kelas.
                Hasil menunjukkan bahwa terdapat dampak psikososial yang dialami oleh remaja putrid tersebut, antara lain rasa malu dan merasa bersalah akibat kondisinya, hubungan dengan keluarga menjadi kurang dekat, mendapat labeling yang kurang menyenangkan dirumah, ekspresi komunikasi verbal yang cenderung kasar, sulit diatur, tidak memiliki teman sebaya dan sering mendapat ejekan. Di lingkungan sekolahpun dia kurang diterima oleh teman-temannya.




Eitssss belum selesai…. kita masih akan membahas tentang Membuat Penelitian. Bagi temen-temen yang sebentar lagi mau SKRIPSI (!!!) atau mau bikin karya ilmiah lain, ini bisa dijadikan sebagai tips & trik. Saran ini dari dosenku yang paling kece lhooo, Mas Seta Wicaksana (tapi agak sedikit dikacaukan oleh pendapat saya, hihi). Check it out!!

1. Fenomena!!!
                Lihat kejadian-kejadian disekitas kamu, coba analisis singkat berhubungan dengan aspek-aspek yang kamu pelajari atau tidak. biasnaya akan lebih mudah jika kita mencari judul skripsi atau karya ilmiah dari fenomena yang terjadi, apalagi yang sedang booming.

2. Buat Masalah Penelitian
                Look around and think!! Setelah lihat permasalah yang ada disekitar, coba kamu buat rumusan masalahnya agar penelitian kamu punya manfaat yang jelas. Kalau memang belum ketemu bahasa ilmiahnya bisa pakai bahasa populernya dulu. Jangan biarkan kendala bahasa dan istilah menggalaukan kamu! Minta bantuan dari teman atau dosen pembimbing juga boleh. Oia, hati-hati, terkadang kita salah atau kurang tepat dalam menentukan masalah.

3. Bedah dengan teori
                Nah, di tahap ini kamu harus mencari teori-teori yang sesuai dengan masalah penelitian. Mencari hubungan dari beberapa aspek variabel adalah salah satu kesulitan dalam tahap ini. jangan lupa untuk menentukan metode penelitian, metode pengumpulan data, penentuan subjek dan lain sebagainya yang juga penting dalam penelitian.

4. Hasil-Kesimpulan
                Selamat! Selamat! Anda sudah mencapai tahap ini (haha). Perlu diperhatikan bahwa dalam hal ini, hasil yang kita tulis harus menjawab masalah penelitian. Jangan sampai saking asyiknya kita nulis, jawaban dari masalah penelitian malah ngelantur. So, tetap cermati apa yang kamu tulis yah…

5. Diskusi
                Biasanya hal-hal yang muncul dalam penelitian dan tidak termasuk dalam unsur untuk menjawab masalah penelitian, akan dibahas melalui bagian diskusi ini. Jadi, apapun itu jangan dibuang begitu saja, masih ada manfaatnya, kok, untuk dishare.

Semoga tips singkat ini bisa membantu kita dalam menghadapi tugas-tugas penelitian dan skripsi yahhhh… Amin :D
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar